Ada banyak pilihan minuman di warung, antara lain Susu Sapi dan Teh Oplos
Minuman khusus yang dibuat sendiri di Warung babat, adalah Es kopi. Kalau kopi panas, berupa kopi tubruk biasa, di sajikan di gelas belimbing yang di alasi dengan lepek (piring kecil tatakan gelas) dan tutup gelas.
Tapi kalau es kopi, menggunakan kopi tes… yaitu Kopi yang di ekstrak, di beri gula, es batu dan di tambah air. Kopi ekstrak ini pekat.. karena espreso. Di drip dari wadah khusus yang di buat di tukang kaleng langganan.
Bubuk kopinya juga di oplos dari 2 macam kopi, beli di pasar, dan minta di grinder kasar, lalu di padatkan di wadah bagian atas, di pasang saringannya, lalu di tuangi air panas, dan didiamkan sampai air habis menetes.

(Alat untuk mengekstrak kopi. saringan yang ada kawat mencuat di sebelah kiri, untuk menekan bubuk kopi di wadah atas, sebelum di tuang air panas)
Yang dibuat sendiri selain kopi tes, juga Stroop.. atau sirup. Perbandingan Gula dan air yaitu 2:1, lalu di tambahkan citrun zuur agar ada sedikit rasa asam, pewar merah campur pink, tapi dominan merahnya, dan essense frambozen. Setelah dingin, di saring dengan kain halus rangkap 2, baru di masukkan botol.
Sekali bikin sirop, menggunakan panci besar dan beberapa kilo gula pasir. Hasilnya beberapa botol sirop, untuk jatah sebulan. Sirop ini untuk es sirup dan es susu sirop.
Di daftar menu, minuman yang paling sering menimbulkan pertanyaan adalah “Es Squast” ini maksudnya lemon squast.. dari sirup Squast yang beli jadi pabrik sirup Adia Tirta. Sirupnya tak diberi warna, putih agak sedikit kekuningan, jika di beri air dan diaduk, hasilnya es sirup putih rada keruh, khas lemon juice. Karena di tulis Squast.. minuman ini sering menimbulkan pertanyaan pembeli, saat itu kata “Squast” belum populer,
Aku sendiri pernah tanya, kenapa sama-sama pakai stroop, yang merah di sebut es stroop, yang Squast nggak di sebut es stroop Squast? Hm... lupa dulu itu di jawab apa.
Suatu ketika, tiba waktunya mengganti papan daftar menu, papi menuliskan si es Squast dengan menulis “es Kwas”.
Makin di tanya lagi… “kwas itu kan... alat untuk melukis?”